Senin, 15 Februari 2016

Paket Instalasi Listrik

Membangun rumah merupakan sebuah impian bagi masing-masing manusia. Dalam hal ini kami sebagai distributor alat listrik berusaha untuk membantu dan mempermudahkan dalam hal instalasi listrik khususnya. Ekonomi masing-masing orang juga berbeda-beda mulai dari kalangan elit, atas, menengah dan bawah. 

Kami memberikan solusi untuk semua kalangan dengan menyediakan berbagai macam alternatif paket instalasi listrik, diantaranya 
1. Paket Platinum dengan menyediakan segala produk yang branded kelas atas seperti: Boss, Schneider, Supreme, Panasonic Lamp dll.
2. Paket Gold dengan menyediakan produk seperti Panasonic, Eterna, Hager, Philips Lamp dll
3. Paket Silver dengan menyediakan produk seperti Broco, Pyramide, Clause, Omi dll.
4. Paket Ekslusive dengan mengkombinasikan antara paket-paket sebelumnya sesuai dengan permintaan. 

Kami akan memberikan harga yang kompetitif, dengan menyesuaikan budget. 

Segera Hubungi 
Surya Indah Abadi 
Plaza Kenari Mas
Lower Ground Blok B 105-106


Hasan Basri Electric
Bantarjati-Bogor

0812 9113 1050
0812 1978 2681
0857 1111 5432
ISMAIL
ialmazie@gmail.com

Kamis, 04 Februari 2016

Pengertian Saklar dan Cara Kerjanya

Pengertian Saklar dan Cara Kerjanya
Pengertian Saklar Listrik dan Cara Kerjanya – Saklar listrik (Switch) adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik.

Berikut ini beberapa contoh penggunaan saklar di peralatan-peralatan listrik maupun elektronik :
  • Tombol ON/OFF dan Volume Up Down di Ponsel
  • Tombol ON/OFF di TV, Tombol-tombol di Remote TV
  • Saklar dinding untuk menghidupkan dan mematikan lampu listrik
  • Tombol ON/OFF di Laptop atau Komputer
  • Tombol-tombol Keyboard pada Laptop atau Komputer
  • Tombol ON/OFF dan Tombol pilihan kecepatan di Kipas Angin
  • Dan masih banyak lagi.

Cara Kerja Saklar Listrik
Pada dasarnya, sebuah Saklar sederhana terdiri dari dua bilah konduktor (biasanya adalah logam) yang terhubung ke rangkaian eksternal. Saat kedua bilah konduktor tersebut terhubung maka akan terjadi hubungan arus listrik dalam rangkaian. Sebaliknya, saat kedua konduktor tersebut dipisahkan maka hubungan arus listrik akan ikut terputus.

Saklar yang paling sering ditemukan adalah Saklar yang dioperasikan oleh tangan manusia dengan satu atau lebih pasang kontak listrik. Setiap pasangan kontak umumnya terdiri dari 2 keadaan atau disebut dengan “State”. Kedua keadaan tersebut diantaranya adalah Keadaan “Close” atau “Tutup” dan Keadaan “Open” atau “Buka”. Close artinya terjadi sambungan aliran listrik sedangkan Open adalah terjadinya pemutusan aliran listrik.

Berdasarkan dua keadaan tersebut, Saklar pada umumnya menggunakan istilah Normally Open (NO) untuk Saklar yang berada pada keadaan Terbuka (Open) pada kondisi awal. Ketika ditekan, Saklar yangNormally Open (NO) tersebut akan berubah menjadi keadaan Tertutup (Close) atau “ON”. SedangkanNormally Close  (NC) adalah saklar yang berada pada keadaan Tertutup (Close) pada kondisi awal dan akan beralih ke keadaan Terbuka (Open) ketika ditekan.

Pole dan Throw Saklar
Saklar Listrik dapat digolongkan berdasarkan jumlah Kontak dan Kondisi yang dimilikinya. Jumlah Kontak dan kondisi yang dimiliki tersebut biasanya disebut dengan istilah “Pole” dan “Throw”.
Pole adalah banyaknya Kontak yang dimiliki oleh sebuah saklar sedangkan Throw adalah banyaknya kondisi yang dimiliki oleh sebuah Saklar.
Berikut ini adalah beberapa contoh jenis Saklar Listrik yang digolongkan berdasarkan Pole dan Throw :
  • SPST : Single Pole Single Throw, yaitu Saklar ON/OFF yang paling sederhana dengan hanya memiliki 2 Terminal. Contohnya Saklar Listrik ON/OFF pada lampu.
  • SPDT : Single Pole Double Throw, yaitu Saklar yang memiliki 3 Terminal. Saklar jenis ini dapat digunakan sebagai Saklar Pemilih. Contohnya Saklar pemilih Tegangan Input Adaptor yaitu 110V atau 220V.
  • DPST : Double Pole Single Throw, yaitu saklar yang memiliki 4 Terminal. DPST dapat diartikan sebagai 2 Saklar SPST yang dikendalikan dalam satu mekanisme.
  • DPDT : Double Pole Double Throw, yaitu saklar yang memiliki 6 Terminal. DPDT dapat diartikan sebagai 2 Saklar SPDT yang dikendalikan dalam satu mekanisme.
  • SP6T : Single Pole Six Throw, yaitu saklar yang memilki 7 Terminal yang pada umumnya berfungsi sebagai Saklar pemilih. Jenis Saklar ini banyak ditemui dalam Rangkaian Adaptor yang dapat memilih berbagai Tegangan Output, misalnya pilihan output 1,5V, 3V, 4,5V, 6V, 9V dan 12V.
Selain jenis-jenis Pole dan Throw diatas, adanya juga 1P3T, 2P6T, TPST dan masih banyak lagi tergantung keperluan dan penerapannya.



Selasa, 02 Februari 2016

MCB dan Fungsinya

MCB dan Fungsinya
MCB merupakan kependekan dari Minniature Circuit Breaker. Biasanya MCB digunakan oleh pihak PLN untuk membatasi arus, sebagai pengaman dalam suatu instalasi listrik. MCB berfungsi sebagai pengaman hubung singkat (konsleting) dan juga pengaman beban lebih. MCB secara otomatis dengan segera memutuskan arus apabila arus yang melewatinya melebihi dari arus nominal yang telah ditentukan. Arus nominal yang terdapat pada MCB adalah 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A dan lain sebagainya. Nominal MCB ditentukan dari besarnya arus yang bisa ia hantarkan, satuan dari arus adalah Ampere.
Banyak perangkat yang saat ini menggunakan listrik, mulai dari AC, Komputer/laptop, lampu dll. Kebanyakan pelanggan PLN di Indonesia saat ini masih menggunakan MCB 2 A, hal ini dikarenakan menggunakan daya 450VA (Volt Ampere). Standar tegangan di Indonesia adalah 220 Volt.

Satuan dari tegangan listrik: Volt
Satuan dari arus listrik: Ampere
Satuan dari hambatan listrik: Ohm
Satuan dari daya listrik: Watt
MCB sendiri terdiri dari MCB 1 Phasa, 2 phasa dan 3 phasa. Pada dasarnya MCB 2 phasa adalah gabungan dari dua buah MCB 1 phasa, sedangkan MCB 3 phasa merupakan gabungan tiga buah dari MCB 1 phasa.

Beberapa manfaat (fungsi MCB) adalah sebagai berikut ini:
1. Pengaman hubung singkat
Hubung singkat atau konsleting kerap sekali terjadi di rumah yang dapat  menyebabkan kebakaran. Contoh di pos ojek biasanya mengambil listrik langsung dari tiang listrik, listrik yang diambil tersebut langsung dilewatkan ke 
saklar kemudian diteruskan ke lampu dan beberapa perangkat elektronik lain. Jika suatu saat beban melebihi batas kemampuan kabel dan terjadi hubung singkat maka tak ada pengaman yang terpasang sehingga menyebabkan timbulnya panas dan bunga api, yang mengakibatkan kebakaran. 

2. Mengamankan beban lebih
Biasanya pelanggan telah mengontrak listrik degan PLN, kontrak yang dilakukan adalah berapa daya yang dikontrak oleh pelanggan. Misalnya pelanggan mengontrak daya 450 maka jika daya yang digunakan sudah melebihi 450 secara otomatis MCB akan trip (putus). Misalnya daya 450 maka kabel yang akan dipasang adalah yang sesuai untuk daya 450. Semakin besar daya yang dikontrak maka penyesuaian kabel juga akan dilakukan. Kabel memiliki daya hantar listrik tersendiri, jika kita menghantarkan arus 30A dengan kabel kecil maka kabel tersebut tidak akan kuat dan akhirnya panas dan terbakar. Bayangkan jika MCB yang kita gunakan tidak membatasi pemakaian arus bisa jadi berhubung banyak orang yang awam tentang listrik terjadilah kebakaran dimana-mana akibat listrik.

3. Sebagai sakelar utama
MCB yang terpasang dirumah kita selain berfungsi sebagai Pengaman dari terjadinya hubung singkat dan beban lebih juga bisa difungsikan sebagai sakelar utama instalasi rumah kita. Jika kita ingin memasang lampu, steker dirumah kita maka kita hanya perlu menggunakan MCB untuk memutus semua arus listrik. Selain itu MCB juga bisa digunakan sebagai pemutus aliran listrik saat anda bepergian dalam waktu yang lama. Misalkan anda ingin pergi ke luar kota selama 1 minggu jangan lupa untuk mematikan aliran listrik dirumah anda dengan cara turunkan sakelar MCB.

Pada dasarnya pemutusan aliran listrik yang dilakukan oleh MCB berasal dari dua prinsip, yakni prinsip panas dan prinsip elektromagnetik. Prinsip panas digunakan saat MCB memutuskan arus karena beban lebih sedangkan prinsip elektromagnetik digunakan saat MCB mendeteksi adanya hubung singkat.


Kamis, 20 Agustus 2015

Paket Instalasi Listrik Murah

Paket Instalasi Listrik Murah

Bagi Anda yang sedang membangun rumah, sekolah, kontrakan, hotel, cafe, ruko, apartment, pondok pesantren, namun anda masih bingung dalam hal instalasi listrik baik dalam dan luar. Maka kami Hasan Basri Electric memberikan solusi bagi Anda, Paket Instalasi Listrik Murah dengan harga terjangkau dan bersaing. Karena  kami memberikan harga terbaik dan menyesuaikan dengan budget Anda.
Diantara paket instalasi alat listrik:
-Paket Instalasi Listrik Branded, mulai dari Panasonic, Philips, Clipsal, Broco, Supreme, Eterna.

-Paket Instalasi Listtik Menengah atau biasa seperti Pyramid, clause, omi, lampu murah dll.

Segera Hubungi :
Surya Indah Abadi 
Plaza Kenari Mas
Lower Ground Blok B 105-106

Hasan Basri Electric
Bantarjati-Bogor

0812 9113 1050
0812 1978 2681
0857 1111 5432
ISMAIL
ialmazie@gmail.com

Minggu, 21 Juni 2015

Persiapan Memasang Instalasi Listrik

Persiapan Memasang Instalasi Listrik

Hal – hal yang perlu diperhatikan sebelum memasang instalasi listrik rumah adalah sebagai berikut :

1. Denah rumah.
Untuk menentukan letak Box Sekering / Box MCB, titik lampu, saklar maupun SC (Stop Kontak/kotak kontak) dan saluran  instalasi listrik yang akan dipasang. Denah ini akan sangat membantu untuk menghindari kesalahan jumlah kabel saluran yang digunakan akibat percabangan saluran lampu, saklar maupun SC.

2. Peralatan pemasangan dan perlengkapannya.
Hampir setiap rumah tangga mempunyai peralatan untuk pemasangan instalasi listrik seperti tang kombinasi, obeng, silet/pisau/gergaji besi, betel dan palu, test pen. Alat ini digunakan untuk men-test instalasi listrik yang terpasang dan sangat dibutuhkan untuk memperbaiki instalasi listrik yang telah terpasang. Karena itu anda sangat dianjurkan mempunyai alat ini. Tidak perlu yang mahal, yang penting berfungsi dengan baik. Satu hal lagi yaitu korek gas pematik. 

3. Menentukan pengaman yang digunakan. 
Pengaman yang umum digunakan dalam instalasi listrik rumah maupun gedung adalah sekring dan MCB yang masing2 mempunyai wadah atau tempat yang berbeda yaitu Box Sekring dan Box MCB. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan diantaranya: 

Box Sekering.
a. Kelebihan :
        1. Memiliki dua bagian yaitu bagian sekring  yang terhubung pada fasa dan saklar pemutus hubungan (baik fasa maupun netral) dari sumber listrik(PLN,diesel,dll).
        2. Jika sekering rusak/putus akibat korsleting dapat di perbaiki.
        3. Harga sekering lebih murah.

b. Kekurangan :
        1. Sulit mencari untuk box sekering yang digunakan pada pembagian grup instalasi yang banyak. Umumnya hanya terdapat 1 grup dan 2 grup instalasi.
        2. Terlihat kurang praktis.

Box MCB.   
a. Kelebihan :
        1. Dapat  digunakan untuk banyak grup instalasi.
        2. Terlihat praktis dan lebih rapi.

b. Kekurangan :
        1. Biasanya hanya bagian fasa yang diberi pengaman MCB dari sumber listrik(PLN,diesel,dll).
        2. Jika MCB rusak harus mengganti baru karena sulit memperbaikinya.
        3. Harga MCB jauh lebih mahal daripada sekering.

4. Menentukan panjang kabel NYM 3 x 4 mm² dan kabel BC 6 mm².
   - Seperti dijelaskan diatas, kabel NYM ini berfungsi sebagai kabel penghubung dari sumber listrik (KWH meter PLN atau Diesel) jadi tentukan dengan bijak dimana sebaiknya letak sumber listrik dan letak kotak pengaman. Sebaiknya meletakkan keduanya tidak berjauhan (± 50 cm) mengingat kabel ini terbilang cukup mahal.
   - Seperti halnya kabel NYM, kabel BC 6 mm² juga terbilang cukup mahal jadi ada baiknya penempatan batang arde juga jangan terlalu jauh dari sumber listrik maupun kotak pengaman sehingga kita tidak terlalu panjang membelinya. Sebagai contoh biasanya instatir listrik memasang batang arde/grounding tegak lurus dibawah KWH meter PLN sehingga kabel BC yang dibutuhkan ± 2 m.
5. Menentukan jenis, luas penampang penghantar, dan warna kabel yang dibutuhkan dalam instalasi.
   • Jenis kabel.
Umumnya kabel yang digunakan dalam instalasi adalah jenis NYA (didalam kabel hanya terdiri 1 kawat penghantar tembaga pejal terbungkus isolator ) atau jenis NYM (didalam kabel berbungkus isolator ini terdiri dari 2 ,3 atau 4 kawat penghantar tembaga pejal). Mau yang lebih wah lagi bisa menggunakan kabel NYY.  Disini kita bahas penggunaan  NYA saja (lebih murah), untuk pemakaian kabel lainnya dapat menyesuaikan.
   • Luas penampang penghantar.
Hal ini menyangkut kemampuan dari kabel (singkatnya kemampuan hantar arus dari kabel terhadap arus listrik yang melewatinya). Ukurannya 1,5 mm²; 2,5 mm²; 4 mm²; 6 mm² dst.  Sebenarnya dalam memasang instalasi dilakukan perhitungan mengenai berbagai faktor termasuk diantaranya menentukan besar  maupun jenis kabel yang digunakan.Untuk mudahnya kita gunakan kabel ukuran 1,5 mm² (untuk saluran lampu), 2,5 mm² untuk saluran utama dan untuk stop kontak (kotak kontak) sebenarnya penggunaan kabel dapat disesuaikan dengan kegunaan dari stop kontak tersebut. Bagi anda yang baru akanmendaftar berlangganan listrik dari perusahaan listrik negara ada baiknya anda menggunakan kabel 2,5 mm² untuk tiap stop kontak walaupun anda akan berlangganan listrik 1300VA kebawah. Untuk pertanyaan tersebut pada realisasinya memang janggal terutama bagi rumah dengan daya terpasang 1300 VA kebawah.

   • Warna kabel. 
Warna kabel bisa sangat-sangat membantu dalam pemasangan maupun perbaikan instalasi listrik, penulis juga sangat menyarankan hal tersebut. PUIL mensyaratkat kabel warna hitam untuk fasa(strum), warna biru untuk netral dan warna kuning bergaris hijau (banyak juga yang menyebut kuningloreng) untuk kabel ground. Menurut PUIL, hal ini untuk menyeragamkan pemasangan instalasi di Indonesia jadi tidak ada salahnya diikuti. Untuk lebih memudahkan lagi bagi anda yang baru belajar kita tambah satu kabel berwarna lainnya (kita ambil contoh kabel warna merah). Kabel ini nantinya khusus untuk penyambungan dari saklar ke lampu saja. 
6. Menentukan panjang kabel yang diperlukan.
Jika anda mempunyai posisi keuangan terbatas, hal dibawah sangat-sangat membantu karena pengeluaran terbesar dalam pemasangan instalasi listrik adalah pengadaan kabel instalasi. Perhitungannya mungkin sedikit susah bagi yang awan. Trik menentukan panjang kabel : 

 1. Tentukan pajang jalur utama instalasi listrik sebelum dicabangkan (sebelum disambungkan ke stop kontak, saklar maupun fitting lampu). Jangan lupa dilebihkan sedikit (kira-kira 20cm) tiap ada percabangan (buat sambungan ke jalur cabang, baik saklar maupun SC). 
  - Jalur utama instalasi listrik lama menggunakan 2 kabel yaitu kabel fasa(strum) dan kabel netral. Tetapi karena banyak peralatan rumah tangga sekarang yang memiliki arus induksi yang mengalir pada bodi peralatan (contoh: kulkas, CPU computer) maka banyak rumah yang kemudian menambahkan kabel saluran tanah (ground) pada jalur utama yang nantinya dihubungkan pada stop kontak. Penulis merekomendasikan penambahan kabel saluran ground pada jalur utama. Tetapi jika anda tidak mempunyai peralatan yang menimbulkan arus induksi, cukup dengan dua kabel. 
 2. Tentukan panjang kabel ke tempat fitting lampu. Kabel untuk fitting lampu dibutuhkan dua kabel. Jangan lupa dilebihkan sedikit (kira-kira 20cm)
 3. Tentukan panjang kabel ke tempat saklar. Jumlah kabel yang dibutuhkan tergantung dari jenis saklar. Saklar tunggal dibutuhkan 2 buah kabel, saklar double dibutuhkan 3 buah kabel, dst. Jangan lupa dilebihkan sedikit (kira-kira 20cm)
 4. Tentukan panjang kabel ke tempat stop kontak. Jika kabel saluran utama 2 buah maka kabel ke stop kontak juga 2 buah. Tetapi jika kabel saluran utama 3 buah maka kabel stop kontak juga 3 buah. Jangan lupa dilebihkan sedikit (kira-kira 20cm)
  - Untuk penempatan saklar dan stop kontak yang bersebelahan (biasanya pada kamar tidur & ruang keluarga) perhitungan kabel adalah  jumlah kabel saklar ditambah jumlah kabel stop kontak kemudian dikurangi 1 buah kabel.

7. Menghitung panjang pipa instalasi yang dibutuhkan.
Secara singkat perhitungannya adalah panjang saluran utama ditambah panjang saluran cabang ke tempat stop kontak maupun saklar. Untuk penempatan saklar dan SC yang bersebelahan bisa digunakan sebuah pipa kemudian pada kedua N-bownya bisa dimodifikasi dalam menghubungkannya. Jangan lupa tentukan jumlah L-bow/penyambung pipa siku(belokan 90 derajat). 

8. Menghitung banyaknya saklar, fitting lampu dan stop kontak.
9. Menghitung banyaknya In-bouw DOOS/ rumah saklar maupun SC (jika penempatannya didalam tembok) dan banyaknya T-DOOS dan Kruis DOOS yang merupakan tempat penyambung saluran utama ke saluran cabang(saklar,stop kontak).

Macam Komponen Instalasi

Macam Komponen Instalasi

Macam-macam komponen yang umum dipasang pada instalasi listrik rumah: 

* ELEKTRODA BUMI 

elektroda bumi atau batang arde merupakan elektroda yang ditanam ke dalam tanah. Biasanya digunakan untuk pengaman arus, yang terbuat dari besi yang dilapisi tembaga.

* Kabel BC(Bare Copper)

merupakan kabel yang menghubungkan elektroda bumi ke instalasi listrik melalui kotak pengaman. Terbuat dari tembaga, dan untuk instalasi rumah biasanya digunakan kabel BC berukuran 6, 10 atau 16 mm².

* KABEL 3 x 4 mm² 

Merupakan kabel yang digunakan untuk menyambung dari sumber listrik (PLN atau diesel) ke kotak pengaman (Box Sekring atau Box MCB). Yang umum digunakan dari jenis NYM yang terdiri dari 3 buah kabel tembaga pejal dibungkus isolasor dengan masing-masing kabel berukuran 4 mm².  

* KOTAK PENGAMAN.

merupakan kotak tempat pengaman instalasi listrik yang juga tempat awal semua kabel instalasi yang akan dipasang. Untuk rumah atau bangunan kecil umumnya memakai 2 jenis yaitu : Box SEKERING ( FUSE BOX) atau Box MCB (Mini Circuit Breaker).

* PIPA INSTALASI, KNEE & KLEM PIPA

pada instalasi pasang luar, jika anda menggunakan kabel NYA sebaiknya digunakan pipa instalasi. Hal ini disebabkan masing-masing kabel NYA hanya terdiri dari 1 buah kabel berisolasi sehingga pada pemasangan akan rapi dan yang terutama menghindari dari gangguan hewan pengerat. Meskipun banyak pabrik mengklaim bahwa isolasi kabel mereka bebas dari gangguan tersebut ada baiknya berjaga-jaga. Mengapa demikian? Karena kabel lamaku di gudang banyak yang dimakan tikus pada isolasinya. 

Pada instalasi dalam, saya sangat menyarankan penggunaan pipa instalasi untuk semua jenis kabel, Karena sangat membantu dalam perbaikan maupun penggantian kabel instalasi listrik tanpa harus merusak tembok yang sudah terbangun rapi.

 Knee atau sambungan pipa 90ยบ dan klem pipa  merupakan penunjang pada pemasangan pipa  supaya lebih rapi. 

* KOTAK SAMBUNG dan KOTAK SAKLAR & SC

kotak sambung (Junction Box) atau tempat dimana saluran utama dan saluran cabang disambungkan. Banyaknya lobang saluran masuk untuk penyambungan bermacam-macam (1 cabang,  2 cabang, 3 cabang, dst.) dan begitu pula bentuk dari kotak sambung tersebut (kotak, bulat,dsb.). Kita pakai yang umum saja yaitu kotak sambung dengan tiga lobang cabang dan empat lobang cabang (T-DOOS dan Kruis DOOS). Untuk bentuk dari kotak sambung kita pakai yang bulat aja, murah&lumayan bagus. Tapi kalo mau yang bentuk kotak atau bentuk lainnya malah lebih bagus. 

Kotak untuk pemasangan saklar & kotak kontak (stop kontak(SC)) kita gunakan kotak sambung  dengan 1 lobang saluran cabang  (In bouw DOOS atau N Doos). Pemakaiannya digunakan pada instalasi pasang dalam. Bentuknya terserah anda, disini kita gunakan yang bentuk bulat aja..

* KABEL INSTALASI

merupakan komponen utama instalasi listrik dimana akan mengalirkan tenaga listrik yang akan digunakan pada peralatan listrik. Mengenai ukuran kabel yang umum digunakan pada daya listrik kecil dapat dilihat padapersiapan memasang instalasi listrik.

* SAKLAR.

Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan dan/atau untuk menghubungkan pada jaringan listrik (dalam hal ini untuk lampu). Jadi saklar pada dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik. Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada suatu rangkaian (dalam hal ini instalasi rumah), dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan sambung (on) atau putus (off) dalam rangkaian itu. 

* STOP KONTAK (SC).

berfungsi sebagai tempat mendapatkan tenaga listrik untuk peralatan rumah tangga (TV,setrika,mesin air,kulkas,dan peralatan-peralatan listrik rumah tangga lainnya).

* FITTING/TEMPAT LAMPU dan KAYU ROSET

merupakan tempat pemasangan lampu penerangan rumah sedangkan kayu roset merupakan tempat penunjang dari fitting.

Sabtu, 20 Juni 2015

Problem Listrik Rumahku

Problem Listrik Rumahku

Banyak dari masyarakat umum tidak tahu atau bingung ketika dihadapkan pada masalah instalasi listrik pada tempat tinggalnya. Ketakutan akan bahaya dari listik dan faktor lainnya membuat mereka lebih memilih jasa intalatir listrik untuk memperbaiki instalasi listrik rumahnya.

*Bagimana jika pada suatu malam listrik dirumah kita padam akibat gangguan instalasi listrik sedangkan kita sangat membutuhkannya malam itu sementara jasa instalatir listrik jauh atau terlalu malam untuk memanggilnya? Ketika esok harinya dibenahi oleh jasa instalatir listrik ternyata hanya masalah sepele. Hal tersebut tentu saja sangat menjengkelkan.

Blog ini mencoba sedikit berbagi pengetahuan tentang bagaimana cara memasang sendiri instalasi listrik rumah tinggal maupun cara memperbaiki sendiri instalasi listrik pada rumah tinggal atau hal - hal yang berhubungan tentang kelistrikan pada rumah/tempat tinggal kita. Besar harapan dari pembuatan blog ini agar para pembaca awam dapat lebih memahami tentang hal-hal yang berhubungan dengan kelistrikan di rumah/tempat tinggal kita yang pada akhirnya akan mengurangi bahaya kebakaran ataupun bahaya lainnya akibat dari listrik. 

Pemasangan instalasi listrik rumah atau bangunan lainnya terbagi menjadi 2 jenis yaitu:
1. Instalasi listrik pasang luar. Pada instalasi ini pemasangan saklar, SC, kabel dan/atau pipa kabel listrik ditempatkan diluar dinding. Instalasi ini biasanya dipakai pada rumah dinding kayu. 
2. Instalasi listrik pasang dalam. Pada instalasi ini pemasangan saklar, SC, maupun pipa kabel listrik ditempatkan didalam dinding. Instalasi ini biasanya dipakai pada rumah dinding tembok semen.